MAKASSAR – KOMANDO Plus : Kepala Dinas Nakertrans Sulsel, Drs. H.M. Saggaf Saleh MH, mengapresiasi Samsat Makassar dan keberadaan Asosiasi Mitra Jasa Sakti (AMJAS) Makassar sebagai organisasi yang menaungi pekerja informal bidang jasa pengurusan surat kendaraan.“Samsat Makassar telah memberi ruang kepada pekerja informal (pengurus surat kendaraan, red) untuk mengabdi (baca: bekerja) sehingga dapat terhidupi ratusan orang. Dan itu telah membantu mengurangi terjadinya pengangguran,” terang Saggaf Saleh yang ditemui di Samsat Makassar. Jumat (8/6), saat membawa kendaraan mobilnya untuk di cek fisik.
Sedangkan keberadaan Amjas sebagai organisasi pekerja jasa pengurus surat kendaraan di Samsat Makassar, Saggaf mengaku baru mengetahuinya. “Tetapi itu menaungi para pekerja informal sehingga pekerja informal itu menjadi terpercaya. Sebab tentu organisasi itu (Amjas, red) menyeleksi anggotanya,” katanya lagi.
Sementara itu, Ketua AMJAS Makassar, M. Idris Kullu yang ditemui di Kantin Samsat Makassar, Jumat (8/6), mengatakan di Samsat Makassar tidak ada calo sebagai pengurus jasa surat kendaraan.
“Pengurus surat kendaraan yang ada di sini (Samsat Makassar, red) tidak ada yang tidak berbadan hukum, semuanya berbadan hukum, jadi keberadaannya resmi. Teman-teman yang bekerja secara perorangan menawarkan jasanya sebagai pengurus, itu dinaungi oleh AMJAS Makassar. Jadi mereka juga resmi,” kata Idris.
Idris mengungkapkan, di Samsat Makassar ada lebih dari enam puluh orang yang bekerja sebagai pemberi jasa pengurusan surat kendaraan, baik dari pihak dealer kendaraan maupun dari pihak perusahaan jasa termasuk anggota AMJAS.
“Kalau setiap orang pengurus mempunyai tanggungan masing-masing enam orang, maka jumlah jiwa yang terhidupi adalah 360 jiwa. Nah kalau itu ditiadakan, siapa yang bertanggung jawab untuk mengganti sumber mata pencaharian mereka yang hilang ?,” kunci Idris. (Iskandar)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !