![]() |
| Drs. Andi musafir MM |
“Yang paling menonjol adalah pemasangan kuda-kuda rangka atas yang hanya terbuat dari kayu, padahal gambar besteknya menyebut terbuat dari rangka baja ringan,” kata Aripuddin kepada KOMANDOPLUS.
Proyek pembangunan ruang lab SMAN IV Maros dikelola pihak komite sekolah setempat berasal dari Kementerian Diknas didanai oleh APBN tahun 2013 sebesar Rp 230 juta dengan masa pelaksanaan pekerjaan Januari hingga April 2013.
Kepala SMAN IV Maros, Drs. Andi Musafir MM, yang dikonfirmasi via seluler Rabu (13/3) membenarkan adanya perubahan itu. Dia berdalih, bangunan tersebut rencananya akan bertingkat sehingga menyulitkan hal itu dilakukan bila kuda-kudanya terbuat dari baja ringan.
Andi Musafir menyebut perubahan itu sudah dilaporkan ke Jakarta meski belum ada persetujuan dari pihak kemendiknas.
“Kami sudah menyurat ke Jakarta minggu lalu pak. Karena katanya kalau ada perubahan supaya dibuatkan surat yang diketahui Kadis lalu dilaporkan ke Jakarta,” jelasnya.
Sementara Ketua Komnas Waspan RI di Makassar melalui sekretarisnya, Nasution jarre, mengatakan akan melaporkan aparat yang bertanggung jawab atas pekerjaan proyek itu jika pengelolaan proyeknya tidak sesuai ketentuan. “Sebab dengan penyimpangan bestek seperti itu dapat diduga ada potensi perbuatan korupsi di dalamnya,” kata Nasution.
“Dan seharusnya perubahan penggunaan material yang tidak sesuai bestek itu dilakukan setelah ada persetujuan dari Kemendiknas. Bukan persuratannya ke Jakarta dilakukan setelah ketahuan adanya penyimpangan,” pungkasnya. (isk)

